Dalam ajaran Agama Islam ada terdapat Banyak nabi,, dan
yang terkenal ada 25 Nabi,,di Mulai dari nabi Adam AS sd Nabi Muhammad SAW, dan
menurut silsilahnya para nabi ini semuanya bersaudara,, ok sesuai dengan
judulnya yaitu Inilah 4 nabi yang masih hidup sampai sekarang, dan keberadaan
para nabi ini Hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya,, Wallahualam.. ok yang
pertama yaitu
Nabi
Khidir AS
- Nabi
Khidir Alaihissalam hidup pada masa pemerintahan Raja Iskandar Dzul Qarnain
pada tahun 322 SM. Ia terkenal cerdas bahkan melebihi kecerdasan Nabi Musa AS.
Saat itu menjadi Perdana Menteri dan menyertai perjalanan raja Iskandar Dzul
Qarnain dalam mencari Ainul Hayat’, sumber air hidup atau air kehidupan abadi.
Konon siapa yang meminumnya bisa hidup hingga hari kiamat.
Kisahnya bermula ketika Raja Iskandar
Dzul Qarnain berjalan di atas bumi menuju ke tepi bumi. Allah SWT mewakilkan
seorang malaikat yang bernama Rofa’il untuk mendampingi Raja Iskandar Dzul
Qarnain. Keduanya terlibat perbincangan tentang bagaimana ketaatan malaikat
dalam beribadah kepada Allah.Malaikat Rofa’il mengatakan bahwa “Ibadah para
mailaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya
selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala
selama-lamanya”.
Mendengar itu, Raja lalu ingin hidup
bertahun-tahun dalam beribadah kepada Allah. Malaikat Rofa’il lalu menjelaskan
bahwa Allah telah menciptakan sumber air bumi, namanya ‘Ainul Hayat’ yang
membuat siapa yang meminumnya tidak mati sampai hari kiamat. Lokasi minuman
tersebut berada di bumi yang gelap, Di tempat keluarnya matahari.
“Bahwa Rasulullah SAW
bersabda, ada seorang anak dari Sam bin Nuh AS telah meminum air kehidupan,
lalu ia dapat hidup lama”. Maka pergilah Raja Zulkarnain bersama Nabi Khidir
AS, untuk meminum air kehidupan.
Namun yang berhasil meminumnya adalah Nabi
khidir AS, sedangkan Raja Zulkarnain tidak berhasil menemui air kehidupan
tersebut.”
Cerita ini dikutib dari kitab “ Baidai’iz karangan Syeikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas
halaman 166 – 168. Penerbit: Usaha
Keluarga s Semarang. Dan Cerita dari Kitab Nuzhatul Majalis Karangan Syeikh
Abdul Rohman Ash-Shafuri. Penerbit Darul Fikri Bairut Halaman 257 – 258.
Nabi
Idris AS
- Idris adalah salah seorang rasul yang pertama kali diberikan
tugas untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya dan diberi hak kenabian oleh
Allah setelah Adam AS. Sekelompok ulama berpendapat bahwa Idris masih hidup dan
belum mati. Dan terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan hal ini.Pada suatu
malam Nabi Idris AS didatangi Malaikat pencabut nyawa yang membawa makanan dari
surga. Sebelum akhirnya dicabut nyawanya, Nabi Idris meminta kepada Malaikat
agar mau memohon kepada Allah SWT untuk kembali menghidupkannya setelah dicabut
nyawanya.
Lalu Allah SWT mewahyukan kepada
Malaikat Maut, agar ia mencabut nyawa Idris as. Maka dicabutnyalah nyawa Idris
saat itu juga. Maka Nabi Idris pun merasakan kematian ketika itu. Malaikat lalu
menepati janjinya dengan memohon agar Allah kembali menghidupkan Idris. Atas
Izinnya Idris as kembali hidup dan keduanya melanjutkan perjalanan ke neraka.
Di sana ia melihat semua yang diciptakan Allah SWT untuk menyiksa
musuh-musuh-Nya.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke surga atas
izin Allah. Nabi Idris dapat melihat pemandangan di dalam Syurga dengan segala
macam kenikmatan yang disediakan oleh Allah SWT hanya dari pintunya. Ia pun
meminta malaikat agar memperbolehkan masuk dan meminum air di sana. Akhirnya
mereka masuk dan harus keluar lagi. Namun sebelum keluar Ia meninggalkan sepatunya
di salah satu pohon surga. Nabi Idris berkata kepada Malaikat Maut: “Wahai
Malaikat Maut, aku telah meninggalkan sepatuku di dalam Syurga.
Malaikat Maut pun berkata: Masuklah ke dalam
Syurga, dan ambil sepatu tuan.”
Maka masuklah Nabi
Idris, namun beliau tidak keluar lagi, sehingga Malaikat Maut memanggilnya: “Ya
Idris, keluarlah!. Tidak, wahai Malaikat Maut, kerana Allah SWT telah berfirman
bermaksud: “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (Ali-Imran: 185)
Sedangkan saya telah merasakan kematian. Dan
Allah berfirman yang bermaksud:
“Dan tidak ada seorang
pun daripadamu, melainkan mendatangi Neraka itu.” (Maryam: 71)
Dan saya pun telah mendatangi Neraka itu. Dan
firman Allah lagi yang bermaksud:
“... Dan mereka
sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya (Syurga).” (Al-Hijr: 48)
Maka Allah menurunkan wahyu kepada Malaikat
Maut itu: “Biarkanlah dia, kerana Aku telah menetapkan di azali,
bahawa ia akan bertempat tinggal di Syurga.”
Allah menceritakan
tentang kisah Nabi Idris ini kepada Rasulullah SAW dengan firman-Nya
bermaksud:
“Dan ceritakanlah (hai
Muhammad kepada mereka, kisah) Idris yang tersebut di dalam Al-Quran.
Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan
kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (Maryam: 56-57)
Nabi
Ilyas AS
- Ketika sedang beristirahat datanglah Malaikat kepada Nabi Ilyas
AS, Malaikat itu datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Nabi
Ilyas AS menjadi sedih dan menangis.
“
Mengapa engkau bersedih?” tanya Malaikat maut.
“ Tidak tahulah.” Jawab Nabi Ilyas AS.
“Apakah
engkau bersedih karena akan meninggalkan dunia
dan
takut menghadapi maut ?” tanya Malaikat.
“Tidak. Tiada sesuatu yang aku sesali kecuali karena aku menyesal tidak boleh
lagi berzikir kepada Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berzikir
memuji Allah, ” jawab Nabi Ilyas AS.
Saat itu Allah SWT lantas menurunkan wahyu
kepada Malaikat agar menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada
Nabi Ilyas AS berzikir sesuai dengan permintaannya. Nabi Ilyas AS ingin terus
hidup semata-mata karena ingin berzikir kepada Allah SWT. Maka berzikirlah Nabi
Ilyas AS sepanjang hidupnya.
“ Biarlah dia hidup di
taman untuk berbisik dan mengadu serta berzikir kepada-Ku sampai akhir nanti. ”
Firman Allah SWT.
Nabi
Isa AS
- Al-Qur’an menerangkan dalam surat AnNisaa’:157 bahwa Nabi Isa AS tidaklah dibunuh maupun
disalib oleh orang-orang Kafir. Adapun
yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah
SWT seperti Nabi Isa AS (sebagian ulama berpendapat orang yang diserupakan
adalah muridnya yang berkhianat yang bernama Yudas Iskariot)
dan karena ucapan mereka:
“Sesungguhnya
kami telah membunuh AlMasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka
tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh
ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang
yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan
tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang
dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin
bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa’ : 157)
Nabi Isa AS diselamatkan oleh Allah SWT dengan jalan diangkat
ke langit dan ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang
hal ini. AlQur’an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini.
”Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah
mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(An Nisaa’ :158)